Penyebab Facebook Bangkrut dan Alasan Terciptanya Meta

Facebook Mengalami Kebangkrutan

Awal Februari 2022 lalu, saham Meta atau yang dulu kita kenal dengan Facebook anjlok mengakibatkan Meta kehilangan 233 us dollar dari nilai pasarnya setara dengan 3.282 Triliun Rupiah, ini merupakan kejatuhan nilai pasar terbesar dalam sehari yang pernah terjadi pada perusahaan Amerika akibatnya kekayaan Mark Zuckerberg sang pendiri Meta berkurang 30.000.000.000 US Dollar atau setara 428 Triliun Rupiah. Apakah ini kabar buruk bagi meta dan Mark? Ya jelas! Apakah ini akhir dari Meta  I don't think so bahkan saya menduga penurunan kinerja Meta ini sudah diprediksi jauh-jauh hari oleh Mark dan metaverse adalah respon strategis yang berani dan ciamik. Apa yang membuat saham Meta anjlok habis-habisan? Kenapa metaverse dinilai sebagai respon terbaik metal pada saat ini dan Apa pelajaran penting yang bisa kita ambil dari apa yang mungkin akan menjadi Vivo terbesar sepanjang sejarah ini?
Situs jejaring sosial sudah ada sejak akhir 90-an, sixdegrees.com lahir di tahun 1997 diikuti Makeout Club tahun 1999 namun situs jejaring sosial baru menjadi mainstream di tahun 2002 dengan lahirnya Friendster diikuti dengan Myspace 2003 dan hi-five di 2004, sepertinya semua orang yang bisa mengakses internet pada saat itu punya akun di minimal salah satu dari ketiga situs jejaring sosial itu hingga kemudian dibulan September 2006 Facebook  yang sebelumnya merupakan jejaring sosial tertutup untuk kampus-kampus ternama di Amerika Serikat mulai membuka dirinya untuk umum semua orang yang memiliki email dapat membuka akun Facebook dan itu mengubah segalanya. Facebook dengan cepat mengambil alih pasar dan membunuh semua jejaring sosial yang ada sebelumnya dan selama 18 tahun pertumbuhan Facebook pun tidak terbendung hingga diakhir 2021 kemarin Facebook mulai goyah, investor panik saham Facebook pun jatuh 26% Facebook yang kini bernama Meta itu kehilangan 230 miliar dolar dari nilai pasarnya.

A. Jatuhnya Saham Meta

Apa penyebab jatuhnya saham Meta?

1. Kinerja Meta tidak sesuai dengan ekspektasi investor

Seperti biasanya sebelum sebuah perusahaan publik melaporkan kinerja perusahaannya, Para investor menetapkan angka ekspektasinya Jika ternyata laporan menunjukkan angka diatas ekspektasi maka harga sahamnya akan naik sebaliknya jika angkanya dibawah ekspektasi maka harga sahamnya berpeluang untuk turun. Nah laporan yang dikeluarkan oleh Meta di tanggal 02-02-2022 kemarin bahwa ekspektasi investor baik dari sisi revenue maupun learning freezer, keuntungan meta pun turun berturut-turut di tiga bulan terakhir  di tahun lalu, semua itu terjadi di saat apple dan Microsoft melaporkan angka-angka yang melampaui ekspektasi investor.

Kinerja Meta di Luar Ekspektasi


2. Kebijakan privasi Apple mulai menggerus pemasukan Meta

Kita tahu bahwa Meta bergantung pada iklan untuk pemasukan usahanya selama belasan tahun, Facebook dan Instagram menggunakan data pengguna untuk bisa membantu pengiklan menyasar target pelanggan yang tepat dan di April 2021 Apple mengupdate sistem operasi  iOS yang memberikan kebebasan pada pengguna untuk menolak aplikasi menggunakan data pribadinya dan ternyata lebih banyak pengguna yang memilih untuk menolak dibandingkan mengizinkan. Meta mengatakan bahwa kebijakan Apple itu bisa berdampak pada pengurangan pemasukan iklan sebesar 10.000.000.000 US Dollar atau Setara 140 Triliun Rupiah. CEO meta mengatakan bahwa perlu waktu bagi meta untuk bisa menyesuaikan diri dengan kebijakan privasi apple tersebut.


3. Tiktok menggoyang kedigdayaan Facebook dan Instagram

Facebook kehilangan sekitar  500.000 pengguna harian dalam tiga bulan terakhir tahun 2021 turun dari 1,93 miliar login di seluruh dunia setiap hari menjadi 1.929 miliar, tidak terlalu banyak sebenarnya tapi bagi Facebook yang selama ini bertumbuh eksponensial, penurunan itu memberikan sinyal yang mengkhawatirkan. Jumlah pengguna bulanan Facebook tetap relatif datar di 2,9 01 miliar sementara aplikasi meta lainnya Whatsapp, Messenger, Instagram masih menunjukkan adanya pertumbuhan walaupun enggak terlalu banyak penurunan, pengguna harian facebook ini dinilai banyak pihak merupakan cerminan dari berkurangnya relevansi Facebook dengan kaum muda, pengguna remaja aplikasi Facebook di Amerika Serikat telah turun 13 persen sejak 2019 dan diproyeksikan akan turun 45% selama dua tahun kedepan sementara itu pengguna dewasa muda antara usia 20 hingga 30 tahun diperkirakan turun sebesar empat persen selama jangka waktu yang sama, lebih buruk lagi semakin muda usia pengguna ternyata semakin sedikit rata-rata mereka menggunakan aplikasi Facebook. Situs online first memberitakan bahwa data dari presentasi internal Meta memperkirakan remaja menghabiskan 2-3 kali lebih banyak waktu di tiktok daripada di Instagram dan bahwa Snapchat adalah metode paling disukai untuk berkomunikasi dengan teman-teman mereka.  Mark Zuckerberg mengakui bahwa Facebook tengah berjuang keras untuk bersaing dengan tiktok,  tiktok sudah menjadi pesaing yang sangat besar dan juga terus tumbuh dengan kecepatan tinggi begitu kata Zuckerberg.

Investor Ragu Degnan Metaverse


4. Investasi Meta pada metaverse yang gila-gilaan

Meta tahun lalu mengumumkan akan menggelontorkan dana 10 Milyar Dollar atau 140 Triliun Rupiah di tahun 2021 saja untuk membangun metaverse dan dia tidak bercanda, mark juga secara terang-terangan mengatakan akan meningkatkan pengeluaran di Meta Reality Labs di tahun-tahun mendatang dan ternyata investor enggak memiliki semangat yang sama dengan Mark metaverse masih jauh menurut mereka, perlu satu dekade untuk menjadikannya sebagai bagian dari keseharian kita atau kalau dalam perspektif investor untuk menjadi sumber cuan yang layak.  Sepertinya kalau bicara uang, investor tidak memiliki kesabaran yang sama dengan mark zuckerberg lagi pula tidak ada jaminan bahwa metaverse akan bisa terwujud seperti yang dijanjikan yang pasti realitylabs milik Meta mudah rugi 10.000.000.000 Us dollar setara dengan 140 triliun di 2021 kemarin dan mark masih terus akan menggelontorkan banyak dana yang semakin besar untuk membangun metaverse nya.

B. Memahami Stragtegi Meta

Perlu diketahui bahwa aksi jual saham Meta oleh investor itu dipengaruhi bukan hanya oleh keempat hal yang sudah disebutkan sebelumnya namun juga oleh kondisi psychologist dari si investor, sejak tahun kemarin nilai saham beberapa perusahaan - perusahaan teknologi besar seperti Twitter, Paypal dan netflix itu mulai berguguran, Para investor juga semakin cemas dikarenakan adanya kebijakan pengetatan di Federal Reserve as untuk mengikis valuasi industri yang gila-gilaan, Nasdaq Bursa Efek yang didominasi oleh perusahaan teknologi turun lebih dari 9 persen pada  Januari 2022, penurunan bulanan yang terburuk sejak jatuhnya pasar yang disebabkan oleh virus korona pada Maret 2020 situasi yang rentan itu Ya jelas membuat investor jadi mudah panik sebenarnya kalau secara finansial meta masih sehat, keuntungan Meta tahun lalu mencapai 40.000.000.000 Us Dollar atau setara 573 Triliun Rupiah Namun demikian Mark sudah mulai melihat bahwa masa-masa kejayaan Facebook akan segera berakhir, Meta kini berada pada apa yang Endro Grove sebut sebagai Strategic Inflection Point. titik infleksi strategis, yaitu sebuah perubahan besar yang memiliki kekuatan 10 kali lipat dari perubahan biasa, perubahan ini akan mengubah fundamental dari sebuah bisnis secara eksponensial akibatnya hampir nggak mungkin sebuah perusahaan bisa bertahan hanya dengan mengandalkan cara berbisnis yang biasa dijalankannya. 

Strategic Infection Point dipicu oleh situasi pada ekosistem industry, Grove mengatakan bahwa kita perlu waspada atas perubahan pada enam kekuatan industri lima diantaranya mengambil dari konsep Five Of Source  Michael Porter yaitu kekuatan pesaing, pemain baru, pemasok produk pengganti, pembeli dan yang keenam ditambahkan oleh Grove adalah perusahaan komplementer setidaknya ada tiga dari enam kekuatan ini yang sudah mengganggu Meta kekuatan pesaing yaitu tiktok sudah menggerus pengguna Facebook kekuatan perusahaan komplementer yaitu apple yang sudah mempersulit pintu masuk uang untuk meta dan kekuatan pembeli atau pengguna yang sudah memilih untuk menolak datanya digunakan oleh Meta.

VR Headeset Oculus PS2


Nah selain keenam kekuatan ini Strategi  Inflection Point bisa juga dipicu oleh hadirnya teknologi baru yang revolusioner  dalam konteks meta,  teknologi itu adalah VR dan AR,  Virtual Reality dan Augmented Reality Mark meyakini bahwa teknologi VR dari AR ini akan menjadi platform komputasi besar berikutnya. VR dan AR saat ini bergerak semakin canggih teknologinya secara eksponensial harga jualnya pun semakin kesini semakin murah, VR headset Oculus PS2 dijual dengan harga hanya 290 Dollar atau sekitar 4,5 juta rupiah saja CB Insert memprediksi bahwa tahun 2024 penjualan perangkat VR dan AR akan melampaui jumlah penjualan game konsol seperti Playstation dan Xbox dan tentu saja nanti akan sangat nyaman sekali digunakan seperti kacamata. ini satu hal yang membuat Facebook dulu mampu menggilas para pesaingnya tanpa bekas adalah karena Facebook mampu memanfaatkan perangkat smartphone yang saat itu Tengah naik daun, Facebook mampu menghadirkan antarmuka pengalaman pengguna yang optimal di perangkat smartphone sehingga membuat para penggunanya betah berlama-lama memainkan halaman demi halaman Facebook di layar smartphone mereka. Nah kini Mark menyadari bahwa perangkat yang akan jadi the next big Thing adalah VR dan AR serta dunia digital yang imersif yang bisa diakses melalui perangkat itu, mark ingin jadi yang pertama membawa penggunanya ke dalam dunia baru itu setiap produk, Setiap perusahaan itu memiliki siklus hidup yang terbatas yang membentuk huruf S,  mereka yang ada di atas pada akhirnya akan bergerak turun. perusahaan yang mampu bertahan lama adalah mereka yang mampu melompat dari kurva S lama untuk membentuk kurva S yang baru dan inilah yang tengah dilakukan oleh Mark, sadar bahwa kurva S Facebook mulai melandai maka sebelum kurvanya bergerak turun mark membangun kurva S kedua yang kita kenal dengan The Metaverse,  Grove mengingatkan bahwa untuk selamat dari sebuah Strategic Inflection Point sebuah perusahaan harus all out, nggak bisa tuh setengah-setengah gak cukup kalau cuma sekedar perbaikan produk disana-sini aja atau cuman penghematan disana-sini, perusahaan harus bersedia mer alokasikan sumberdayanya dari bisnis lama ke bisnis baru yang akan dibangun dan itulah tepatnya yang tengah dilakukan oleh Mark Zuckerberg ia mengubah nama perusahaannya dari Facebook jadi Meta dan Iya mengalokasikan dana puluhan miliar dolar dan ribuan orang-orang terbaiknya untuk membangun Metaverse, Biarkan saja Para investor panikkan itu teriak karena bagi Metae, metaverse bukanlah soal keren-kerenan metaverse adalah soal bertahan hidup.

C. Perangkap Kurva S

Bagi banyak perusahaan, melompat dari kurva S yang membesarkannya setelah sulit itu adalah tindakan yang sangat beresiko menurut mereka  menakutkan, apa yang menjamin bahwa mereka akan berhasil membangun kurva-s kedua dengan baik sementara mereka menilai bahwa kurva-s yang mereka ada pada saat ini udah terbukti berhasil kok dan menghasilkan mereka kan cukup perlu menjaganya agar supaya tetap terus menghasilkan kan ada sih perusahaan yang sadar bahwa harus membangun kurva-s kedua dan bergerak memulainya tapi kebanyakan dari mereka hanya mengalokasikan sumber daya yang seadanya.  orang-orang terbaiknya tetap dikerahkan untuk memeras bisnis utama di kurva-s mereka pada saat ini oleh sebab itu ya banyak akhirnya perusahaan yang mencoba membangun kurva-s keduanya jadi gagal dan fakta kegagalan itu semakin membuat para pimpinan perusahaan takut untuk Melakukan lompatan kurva, melompat untuk membangun kurva kedua selalu terasa seperti melompat kebelakang,  lebih banyak enggak tahunya lebih banyak salahnya karena memang kita memasuki dunia baru yang belum pernah kita alami Bahkan dalam beberapa kasus belum pernah ada.

Kurva S


Bagi pimpinan perusahaan yang Citra dirinya selalu dilekatkan dengan kehebatan, kesuksesan dan kemenangan, maka membangun kurva kedua adalah pengalaman menyakitkan yang beresiko ujungnya itu bukan hanya Dilema pimpinan perusahaan melainkan juga mentalitas Para investor. pembuatan kurva kedua dari Facebook menuju Meta bikin takut banyak investor kan? Maka dari itu banyak perusahaan yang memilih untuk mengabaikan sinyal-sinyal infleksi industri dan akhirnya hanya fokus pada memeras Cuan dari bisnis saat ini, Bukankah itu yang bikin investor Happy? Menurut anda apakah Meta akan berhasil melompat ke metaverse dan menjaga relevansinya di pasar untuk bertahun-tahun mendatang? yang pasti Meta punya sumber daya yang besar dan komitmen tinggi dari pimpinan puncaknya, jadi sangat, mungkin tapi bukan artinya mudah Apalagi kita tahu ya bahwa memang gak bisa lari dari dosa masa lalunya, Facebook telah mencederai kepercayaan para penggunanya dari menjual informasi pengguna ke perusahaan seperti Cambridge analytica hingga mengizinkan entitas asing untuk mengutak-atik Pemilu 2020, Klose ini akan menjadi batu besar yang membebani lompatan Meta ke kurva keduanya walaupun begitu pilihan meta untuk melompat ke metaverse tetap menjadi pilihan yang terbaik dan bagaimanapun wujud metaverse Nantinya saya yakin Meta akan menjadi bagian besar darinya.

Sobat-sobat semua tentang kurva kedua ini Ingatlah bahwa founder perusahaan dari tempat anda bekerja saat ini itu memulai dan membangun usahanya dengan modal keberanian dan kecerdikan kemudian ketika perusahaan besar anda pun masuk untuk menghadirkan keteraturan dan kepastian ,perusahaan tumbuh berkembang di tangan Anda Namun kini perusahaan itu sudah ada di ujung kurva S nya, anda perlu membawanya melompat membangun kurva kedua nah di titik ini Sadarilah bahwa bukan keteraturan dan kepastian yang akan memampukan perusahaan anda Melakukan lompatan itu, apa yang diperlukan untuk melompat adalah keberanian dan kecerdikan persis seperti ketika para founder perusahaan anda dulu memulai segalanya. jadi Apakah anda hanya seorang karateka pengasuh sebuah perusahaan atau anda seorang pembangun usaha? saatnya memutuskan kemudian buktikan dengan tindakan. 

Baca Juga